Articles by "Katalog"
Showing posts with label Katalog. Show all posts

Nama Ilmiah: Colocasia esculenta
Famili: Araceae
Deskripsi:

Tumbuhan herba dengan tangkai daun yang panjang dan daun lebar, tingginya mulai dai 30 sampai 150 cm. Akarnya berumbi yang mencapai diameter 10cm. Daunnya berkelompok 2-3 tangkai dengan petiole panjang, berbentuk seperti perisai dengan panjang 20-50 cm. Tangkai daunnya menempel pada bagian tengah daun, bukan pada belahan segitiga pada pangkal daunnya. Petiole atau tangkai daunnya dapat mencapai panjang 1 meter dengan warna hijau, merah sampai ungu. Bunganya memiliki spatha dengan ukuran bervariasi, umumnya 20 cm. Bagian spadixnya berbentuk silindris dengan panjang setengah dari spatha, berwarna hijau pada pangkall dan kuning pada ujungnya.

Manfaat

Talas digunakan untuk mengobati berbagai penyakit mulai dari sembelit hingga TBC.Daunnyadapat mengobati asma.Cairan daun Talas ini juga digunakan sebagai penawar racun sengatan kalajengking dan pertolongan terhadap keracunan makanan.


Nama Ilmiah: Catharanthus roseus L.G.Don = Lochnera rosea, Reich= Vinca rosea, Linn.= Ammoallis rosea, Small.
Family: Apocynaceae
Deskripsi:

Tapakdara (Catharanthus roseus) banyak dipelihara sebagai tanaman hias. Tapakdara sering dibedakan menurut jenis bunganya, yaitu putih dan merah. Tumbuhan semak tegak yang dapat mencapai ketinggian batang sampai 100 cm ini, sebenarnya merupakan tumbuhan liar yang biasa tumbuh subur di padang atau dipedesaan beriklim tropis. Ciri-ciri tumbuhan Tapakdara : memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Tapakdara juga memiliki rumah biji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Penyebaran tumbuhan ini melalui biji.

Manfaat

Tanaman tapakdara berkhasiat untuk mengobati diabetes, hipertensi, leukemia, asma, bronchitis, demam, radang perut, disentri, kurang darah, gondong, bisul, borok, luka bakar, luka baru, bengkak, malaria, sembelit, dan anti kanker.



Nama ilmiah: Elephantopus scaber L. = Asterocephalus cochinchinensis, Spreng. = Scabiosa
cochinchinensis, Lour.Famili: Compositae (Asteraceae)
Deskripsi:

Tumbuh liar di lapangan rumput, pematang, kadangkadang ditemukan dalam jumlah banyak, terdapat di dataran rendah sampai dengan 1.200 m di atas permukaan laut. Terna tahunan, tegak, berambut, dengan akar yang besar, tinggi 10 cm - 80 cm, batang kaku berambut panjang dan rapat, bercabang dan beralur. Daun tunggal berkumpul di bawah membentuk roset, berbulu, bentuk daun jorong, bundar telur memanjang, tepi melekuk dan bergerigi tumpul. Panjang daun 10 cm - 18 cm, lebar 3 cm - 5 cm. Daun pada percabangan jarang dan kecil, dengan panjang 3 cm - 9 cm, lebar 1 cm - 3 cm. Bunga bentuk bonggol, banyak, warna ungu. Buah berupa buah longkah. Masih satu marga
tetapi dari jenis lain, yaitu Elephantopus tomentosa L., mempunyai bunga wama putih, bentuk daun bulat telur agak licin, mempunyai efek therapy yang sama, tapi khasiat penurun panas dan anti radang kurang poten. Lebih sering digunakan pada rheumatic dan anti kanker.

Manfaat

Berkhasiat untuk influenza, demam, amandel, radang tenggorakan, radang mata, disentri, diare, gigitan ular, batuk, sakit kuning, busung air, radang ginjal, bisul, kurang darah, radang rahim, keputihan, sariawan.


Temu Kunci

Nama Ilmiah: Boesenbergia pandurata (Roxb.)SchlechtFamily: Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
Deskripsi:

Temu kunci berperawakan herba rendah, merayap di dalam tanah. Dalam satu tahun pertumbuhannya 0,3-0,9 cm. Batangnya merupakan batang asli di dalam tanah sebagai rimpang, berwarna kuning coklat, aromatik, menebal, berukuran 5-30 x 0,5-2 cm. Batang di atas tanah berupa batang semu (pelepah daun). Daun tanaman ini pada umumnya 2-7 helai, daun bawah berupa pelepah daun berwarna merah tanpa helaian daun. Tangkai daun tanaman ini beralur, tidak berambut, panjangnya 7-16 cm, lidah-lidah berbentuk segitiga melebar, menyerupai selaput, panjang 1-1,5 cm, pelepah daun sering sama panjang dengan tangkai daun; helai daunnya tegak, bentuk lanset lebar atau agak jorong, ujung daun runcing, permukaan halus tetapi bagian bawah agak berambut terutama sepanjang pertulangan, warna helai daun hijau muda, lebarnya 5-11 cm. Bunga tanaman ini berupa susunan bulir tidak berbatas, di ketiak daun, dilindungi oleh 2 spatha, panjang tangkai 41 cm, umumnya tangkai tersembunyi dalam 2 helai daun terujung. Kelopak bunganya 3 buah lepas, runcing. Mahkota bunganya 3 buah, warnanya merah muda atau kuning-putih, berbentuk tabung 50-52 mm, bagian atas tajuk berbelah-belah, berbentuk lanset dengan lebar 4 mm dan panjang 18 mm. Benang sarinya 1 fertil besar, kepala sarinya bentuk garis membuka secara memanjang. Lainnya berupa bibir-bibiran (staminodia) bulat telur terbalik tumpul, merah muda atau kuning lemon, gundul, 6 pertulangan, dan ukurannya 25×7 cm. Putik bunganya berupa bakal buah 3 ruang, banyak biji dalam setiap ruang

Manfaat

Rimpang temu kunci sebagai peluruh dahak atau untuk menanggulangi batuk, peluruh kentut, penambah nafsu makan, menyembuhkan sariawan, bumbu masak, dan pemacu keluarnya Air Susu Ibu (ASI). Selain itu, tanaman ini juga telah digunakan sebagai obat aprodisiac, disentri, antiinflamasi, kolik, serta untuk menjaga kesehatan tubuh. Di Malaysia, rimpang temu kunci digunakan sebagai sebagai obat sakit perut dan dekoksi pada wanita pasca melahirkan.



Nama Latin: Curcuma xanthorrhiza ROXB
Famili: Zingiberaceae
Deskripsi:

Tanaman terna berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1m tetapi kurang dari 2m, berwarna hijau atau coklat gelap. Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berwarna hijau gelap. Tiap batang mempunyai daun 2 – 9 helai dengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau coklat keunguan terang sampai gelap, panjang daun 31 – 84cm dan lebar 10 – 18cm, panjang tangkai daun termasuk helaian 43 – 80cm. Perbungaan lateral, tangkai ramping dan sisik berbentuk garis, panjang tangkai 9 – 23cm dan lebar 4 – 6cm, berdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan mahkota bunga. Kelopak bunga berwarna putih berbulu, panjang 8 – 13mm, mahkota bunga berbentuk tabung dengan panjang keseluruhan 4.5cm, helaian bunga berbentuk bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau merah, panjang 1.25 – 2cm dan lebar 1cm.
Ciri:
  1. Berbatang semu dan pendek di atas tanah
  2. Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berwarna hijau gelap
  3. Memiliki bunga berwarna kuning
  4.  Berupa terna dengan rimpang yang menyerupai umbi
  5. Tiap batang mempunyai daun 2 – 9 helai dengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau coklat keunguan terang sampai gelap
  6. Perbungaan lateral, tangkai ramping dan sisik berbentuk garis
  7.  Berdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan mahkota bunga
  8. Kelopak bunga berwarna putih berbulu, mahkota bunga berbentuk tabung
  9. Helaian bunga berbentuk bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau merah

Manfaat

Rimpang temu lawak digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional dan minuman penyegar, Obat sakit maag, susah buang air besar, sariawan, sembelit, penyakit eksim, ginjal, asma, kolesterol, batuk, hepatitis, Menambah nafsu makan, Membersihkan darah, Mengobati penyakit kuning (gangguan pada hati/lever), demam malaria, sembelit, badan yang terlalu lelah karena kebanyakan kerja atau sehabis jatuh sakit.



Nama Latin: Solanum lycopersicum L.
Famili: Solanaceae
Deskripsi:

Terdapat batang atau daun yang melekat pada buku atau internodus, termasuk daun majemuk menyirip gasal, tidak sempurna. Bunga tumbuh di ketiak, kuncup aksiler yang merupakan bunga sempurna karena terdapat putik dan benang sari sehingga dapat langsung terjadi pembuahan. Bisa juga pada ujung batang terdapat kuncup terminal.
System akar: Tunggang atau dikotil.
Tanaman tomat berasal dari Amerika tropis, ditanam sebagai tanaman buah di ladang, pekarangan, atau ditemukan liar pada ketinggian 1--1600 m dpl. Tanaman ini tidak tahan hujan, sinar matahari terik, serta menghendaki tanah yang gembur dan subur. Terna setahun ini tumbuh tegak atau bersandar pada tanaman lain, tinggi 0,5--2,5 m, bercabang banyak, berambut, dan berbau kuat. Batang bulat, menebal pada buku-bukunya, berambut kasar warnanya hijau keputihan. Daun majemuk menyirip, letak berseling, bentuknya bulat telur sampai memanjang, ujung runcing (acutus), pangkal membulat, helaian daun yang besar tepinya berlekuk, helaian yang lebih kecil tepinya bergerigi, panjang 10--40 cm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk, berkumpul dalam rangkaian berupa tandan, bertangkai, mahkota berbentuk bintang, warnanya kuning. Buahnya buah buni, berdaging, kulitnya tipis licin mengkilap, beragam dalam bentuk maupun ukurannya, warnanya kuning atau merah. Bijinya banyak, pipih, warnanya kuning kecokelatan. Buah tomat bisa dimakan langsung, dibuat jus, saus tomat, dimasak, dibuat sambal goreng, atau dibuat acar tomat. Pucuk atau
daun muda bisa disayur.
Ciri:
Perdu semusim, berbatang lemah dan basah. Daunnya berbentuk segitiga. Bunganya berwarna kuning. Buahnya buah buni, hijau waktu muda dan kuning atau merah waktu tua. Berbiji banyak, berbentuk bulat pipih, putih atau krem, kulit biji berbulu. Perbanyakan dengan biji kadang-kadang dengan setek batang cabang yang telah tua.

Manfaat

Sebagai antioksidan, menjaga mata agar terhindar dari rabun senja, mencegah kanker, menguatkan jantung, menjaga kesehatan kulit.

Nama Ilmiah: Plantago major (L.)= P.asiatica L, dan P.crenata Blanco
Family: Plantaginaceae
Deskripsi:

Ciri-ciri daun sendok, bila diamati daunnya berbentuk seperti sendok. Daun sendok ini adalah tanaman gulma yang dapat tumbuh dimana saja, seperti di pinggir jalan, di taman dsb. Tanaman tidak memerlukan perawatan khusus, karena daun sendok ini termasuk dalam tumbuhan tropis, jika ia mati, akan cepat tumbuh kembali dan perkembangbiakannya dengan bantuan proses fotosintesis ( cahaya matahari ) dan dapat menyesuaikan pada cuaca apapun, selain ciri tersebut daun sendok memiliki batang yang cukup kecil dan ramping, berdaun lebar, berwarna hijau, daun sendok masih anggota famili tumbuhan dari planfaginaccae. Daun sendok meski termasuk tanaman gulma, daun sendok ini ternyata dapat dijadikan salah satu tanaman obat atau tanaman herbal yang banyak bermanfaat bagi kesehatan tubuh maupun penyakit.

Manfaat


Daun sendok bermanfaat untuk mengobati gangguan pada saluran kandung kemih, seperti infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak karena penyakit ginjal ( nefrotik edema ), air kemih keluar sedikit karena panas dalam, batu empedu, batu ginjal, radang prostat (prostatitis), penyakit influenza, demam, batuk rejan (pertusis), radang saluran napas (bronkitis), diare, disentri, nyeri lambung, radang mata merah (konjungtivitis), menerangkan penglihatan yang kabur, mengobati kencing manis (Diabetes Mellitus), hepatitis akut disertai kuning (hepatitis ikterik akut), cacingan, gigitan serangga, dan perdarahan seperti mimisan, batuk darah.

Nama Ilmiah: Solanum torvum Swartz
Family: Solanaceae
Deskripsi:

Merupakan perdu dengan tinggi ± 2 m. Berbatang bulat, berkayu, bercabang, berduri, percabangan simpodial, putih kotor. Memiliki daun tunggal, tersebar, bulat telur, bercangap, tepi rata, ujung meruncing, pangkal runcing, panjang 27-30 cm, lebar 20-24 cm, pertulangan menyirip, ibu tulang berduri, hijau. Memilki bunga majemuk, bentuk bintang, bertaju, waktu kuncup berbintik ungu, kelopak berbulu, bertaju lima, runcing, panjang ± 5 mm, hijau muda, benang sari lima, tangkai panjang ± 1mm, kepala sari panjang ± 6 mm, bentuk jarum, kuning, tangkai putik ± 1 cm, putih kepala putik hijau, putih. Buah buni, bulat, masih muda hijau setelah tua jingga. Berbiji pipih, kecil, licin, kuning pucat dan memiliki akar tunggang, kuning pucat.

Manfaat

Berkhasiat melancarkan sirkulasi dan menghilangkan darah beku, menghilangkan nyeri (analgesic), bengkak, sakit lambung, bisul, batuk kronis, mengatasi batuk (antitusif), koreng, melancarkan haid, jantung berdebar (tachycardia) dan nyeri jantung, hipertensi, menambah nafsu makan, kepala pusing.


Nama Ilmiah: Solanum mammonum L.

Family: Solanaceae
Deskripsi:

Merupakan herba tegak, 1 tahun, sering dengan pangkal berkayu, tinggi 0, 7 – 11,5 m. Berbatang bulat dengan duri tempel hijau yang banyak, kemudian berwarna kuning jerami. Pada umumnya, daunnya berwarna hijau dengan duri tempel yang tersebar, keliling helaian daun lebar bulat telur bentuk lingkaran dengan pangkal lebar, sedikit banyak berlekuk menjari , disamping itu bergigi kasar, pada tulang daun besar berduri tempel, 8 – 21 kali 8 – 23 cm. Dengan bunga majemuk, bunga dalam cabang berseling yang duduk, 2 baris, berbunga 5 – 8, cabang berseling yang muda dengan ujung yang menggulung, bunga atas kadang – kadang jantan. Tangkai bunga 8 – 15 mm, berduri tempel atau tidak, di bawah buah memanjang dan menebal. Tinggi kelopak 5 – 7mm, sampai jauh melebihi tengah – tengah berbagi 5, taju sempit dan runcing. Tinggi mahkota 1,5 cm, sisi luar berambut panjang, terbagi sampai dekat pangkal, taju sempit, ungu cerah, dengan pangkal pucat dan
garis di tangah. Kepala sari kuning belerang. Bakal buah pada pangkal 5 tonjolan. Buah buni duduk pada kelopak yang membesar, panjangnya sampai 8 cm, dengan tonjolan bentuk puting pada pangkalnya, berwarna kuning terang, dan biji pipih berwarna cokelat.

Manfaat


Tanaman terong susu berkhasiat untuk pegal linu (obat luar), encok, dan obat cacing.

mentimunNama Ilmiah: Cucumis sativus L.

Family: Cucurbitaceae

Deskripsi:

Mentimun dibudidayakan dimana-mana, baik di ladang, halaman rumah atau di rumah kaca. Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur dan mendapat sinar matahari penuh dengan drainage yang baik. Ketimun sebaiknya dirambatkan ke para-para dan tumbuh baik dari dataran rendah sampai 1.300 m dpl. Tanaman semusim, merayap atau merambat, berambut kasar, berbatang basah, panjang 0,5-2,5 m.
Tanaman ini mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya bulat telur lebar, bertaju 3-7, dengan pangkal berbentuk jantung, ujung runcing, tepi bergerigi. Panjang 7-18 cm, lebar 7-15 cm, warnanya hijau. Bunganya ada yang jantan berwarna putih kekuningan, dan bunga betina yang bentuknya seperti terompet. Buah bulat panjang, tumbuh bergantung, warnanya hijau berlilin putih, setelah tua warnanya kuning kotor, panjang 10–30 cm, bagian pangkal berbintil, banyak mengandung cairan. Bijinya banyak, bentuknya lonjong meruncingi pipih, warnanya putih kotor. Perbanyakan dengan biji.

Manfaat


Buah timun dapat mengobati tekanan darah tinggi, sariawan, demam, jerawat, membersihkan muka berminyak, membersihkan ginjal. Sedangkan bijinya dapat mengobati cacingan.

Nama Ilmiah: Sesbania grandiflora
Family: Papilionaceae
Deskripsi:
Turi umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias, di tepi jalan sebagai pohon pelindung, atau ditanam sebagai tanaman pembatas pekarangan. Tanaman ini dapat ditemukan di bawah 1.200 m dpl. Pohon ‘kurus’ berumur pendek, tinggi 5-12 m, ranting kerapkali menggantung. Kulit luar berwarna kelabu hingga kecoklatan, tidak rata, dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan, lapisan gabus mudah terkelupas. Di bagian dalam berair dan sedikit berlendir. Percabangan baru keluar setelah tinggi tanaman sekitar 5 m. Berdaun majemuk yang letaknya tersebar, dengan daun penumpu yang panjangnya 0,5-1 cm. Panjang daun 20-30 cm, menyirip genap, dengan 20-40 pasang anak daun yang bertangkai pendek. Helaian anak daun berbentuk jorong memanjang, tepi rata, panjang 3-4 cm, lebar 0,8-1,5 cm. Bunganya besar dalam tandan yang keluar dari ketiak daun, letaknya menggantung dengan 2-4 bunga yang bertangkai, kuncupnya berbentuk sabit, panjangnya 7-9 cm. Bila mekar, bunganya berbentuk kupu-kupu. Ada 2 varietas, yang berbunga putih dan berbunga merah. Buah bentuk polong yang menggantung, berbentuk pita dengan sekat antara, panjang 20-55 cm, lebar 7-8 mm. Biji 15-50, letak melintang di dalam polong. Akarnya berbintil-bintil, berisi bakteri yang dapat memanfaatkan nitrogen, sehingga bisa menyuburkan tanah. Daun,
bunga dan polong muda dapat dimakan sebagai sayur atau dipecel. Daun muda setelah dikukus kadang dimakan oleh ibu yang sedang menyusui anaknya untuk menambah produksiasi, walaupun baunya tidak enak dan berlendir. Bunganya gurih dan manis, biasanya bunga berwarna putih yang dikukus dan dimakan sebagai pecel. Daun dan ranting muda juga merupakan makanan ternak yang kaya protein. Turi juga dipakai sebagai pupuk hijau. Daunnya mengandung saponin sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun setelah diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian. Sari kulit batang pohon turi digunakan untuk menguatkan dan mewarnai jala ikan. Kulit batang turi merah kadang dijual dengan nama kayu timor. Turi berbunga merah lebih banyak dipakai dalam pengobatan, karena memang lebih berkhasiat. Mungkin kadar taninnya lebih tinggi, sehingga lebih manjur untuk pengobatan luka ataupun disentri. Perbanyakan dengan biji atau stek batang.

Manfaat

Kulit batang (terutama bagian pangkalnya) berkhasiat untuk sariawan, disentri, diare, scabies, cacar air, demam dengan erupsi kulit. Sedangkan daunnya berkhasiat untuk keseleo, memar akibat terpukul (hematoma), luka, keputihan (fluor albus), batuk, hidung berlendir, sakit kepala, memperbanyak produksi ASI, beri-beri, demam nifas, radang tenggorokan. Dan bunganya untuk memperbanyak dan memperlancar pengeluaran ASI, hidung berlendir. Akar berkhasiat untuk pegal linu (rheumatism), batuk berdahak.


Nama Ilmiah: Valeriana officinale L.
Family: Valerianaceae

Deskripsi:

Tanaman ini memiliki tinggi lebih kurang lebih 60 cm. Batang tegak, lunak, permukaan licin, warna hijau pucat. Daun majemuk, bentuk helaian daun lonjong, tepi bercangap, ujung dan pangkal meruncing, permukaan berkerut, warna hijau. Perbungaan bentuk tandan di ujung batang, kelopak hijau muda, mahkota halus warna putih. Buah buni, bentuk lonjong, warna cokelat. Biji bulat kehitaman. Valeriana dapat tumbuh pada tanah gembur dengan air cukup pada dataran rendah hingga 120 m dari permukaan laut

Manfaat

Valerian hutan berguna untuk sedative, hiptonik, spasmolitik, karminatif, hipotensis, kejang, pusing, menambah vitalitas tubuh


violces

Nama Ilmiah: Viola odorata Linn
Famili: Violaceae
Deskripsi:
Violces adalah Terna tak berbatang, tahunan dengan rimpang yang diterapi sisa-sisa tangkai daun dan daun penumpu, dan tunas-tunas berdaun dan merambat. Tanaman bunga dengan nama lain African violet ini memiliki daun tebal dan berbulu bak beludru. Daun-daunnya tumbuh dalam bentuk roset dengan bunga yang berwarna putih, pink , violet atau biru. Bunga-bunga tersebut tampak kontras dengan daunnya yang berwarna hijau keunguan.
Manfaat

Berkhasiat untuk diaforetik, antipiretik, diuretic. Akar berkhasiat untuk urus-urus, mengeluarkan dahak, menghilangkan demam dan menambah nafsu makan, sedangkan daun dan bunganya untuk obat peluruh air seni dan encok.

Nama ilmiah: Anredera cordivolia
Famili: Basellaceae
Deskripsi:

Berupa tumbuhan menjalar, berumur panjang (perenial), bisa mencapai panjang +/- 5 m. Akar berbentuk rimpang, berdaging lunak. Batang lunak, silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar. Daun tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau, bentuk jantung (cordata), panjang 5 - 10 cm, lebar 3 - 7 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi rata, permukaan licin, bisa dimakan. Bunga majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, mahkota berwarna krem keputih-putihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, panjang helai mahkota 0,5 - 1 cm, berbau harum. Perbanyaan Generatif (biji), namun lebih sering berkembang atau dikembangbiakan secaravegetatif melalui akar rimpangnya.

Manfaat

Daun, akar, dan batangnya digunakan untuk memulihkan stamina yang loyo, meningkatkan vitalitas pria, menyembuhkan luka luar dan dalam, diabetes, analgesic, memar, rematik, pegal linu, nyeri urat, dan menghaluskan kulit.
Bawang Putih

Nama Ilmiah: Allium Sativum
Family: Liliaceae
Deskripsi:

Bawang putih dapat tumbuh di ladang-ladang di daerah pegunungan dengan hawa sejuk dan cukup mendapat sinar matahari. Berbatang semu dan berwarna hijau. Buahnya terdapat pada bagian bawah dengan akar, umbi bawang putih berbentuk seperti umbi besar dan berwarna putih. Tiap siung bawang putih diselimuti dengan kulit tipis. Daunnya berbentuk pita ( pipih memanjang), tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm dan lebar 1,5 cm. Berakar serabut. Bila diiris bawang putih akan menimbulkan aroma yang khas dan rasanya cukup pedas, getir apabila dimakan mentah.

Manfaat

Bawang putih dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, menghambat proses penuaaan,ajoene yang ada di dalam bawang putih mencegah penggumpalan darah, manfaat bawang putih bisa meredam depresi/setres, dan manfaat bawang putih yang lainnya yaitu mengandung khasiat antimikroba, antitrombotik, hipolipidemik, antiarthritis, hipoglikemik, dan juga memiliki antivitas sebagai antitumor.
Bawang Prei


Nama Ilmiah: Allium porrum Bl
Family: Amarylidaceae
Deskripsi:

Bawang prey merupakan herba tahunan dengan tinggi 0,2-1 cm. berbatang semu yang terbentuk dari kumpulan pelepah daun, massif, bulat dan berwarna hijau. Memiliki daun tunggal, berseling, berbentuk pita dengan tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul dengan panjang 10-25 cm, lebar 0,5-2 cm, pertulangan sejajar, licin dan berwarna hijau. Memiliki bunga majemuk, berbentuk payung, bertangkai silindris dengan panjang 10-25 cm, berwarna hijau dengan jumlah benang sari sebanyak 6, tangkai sari putih kepala sari hitam, kepala putik bulat, berwarna kuning, mahkota 6 helai, ujung runcing berwarna putih. Berbuah kotak, nerruang tiga, garis tengah ½ cm, berwarna hijau. Berbiji pipih berwarna hitam dan memiliki akar serabut berwarna kuning muda.

Manfaat

Daun bawang/bawang prey berhasiat sebagai obat batuk.
Bawang Merah

Nama Ilmiah: Allium ascalonicum
Family: Alliaceae
Deskripsi:

Varietas yang dianjurkan ditanam di dataran rendah adalah sebagai berikut:

  • Bima brebes Varietas lokal asal Brebes ini mampu menghasilkan 10 ton/haumbi kering dengan bobot susut panen mencapai 22%. Varietas ini dipanen pada umur 60 hari. Anakan dalam satu rumpun mencapai 7-12 buah. Di Brebes tanaman ini jarang berbunga. Umbi berwarna merah muda, bentuknya lonjong kecil dengan suatu cincin kecil pada cakram. Jenis ini cocok sekali untuk dikembangkan di dataran rendah. Bima brebes resisten terhadap penyakit busuk umbi (Botrytis allii), tetapi peka terhadap penyakit busuk daun (Phytoptora porii). 
  • Medan. Banyak ditanam di daerah Samosir, Sumatera Utara. Dipanen pada umur 70 hari dengan produksi rata-rata 7 ton/ha umbi kering. Bobot susut varietas ini tergolong tinggi, yakni 25% dar7 bobot panen basah. Satu rumpun terdiri dari 6- 12 anakan. Mudah berbunga, wama umbi merah, berbentuk bulat dengan ujung runcing. Jenis ini fleksibel untuk dataran tinggi maupun rendah. Varietas ini cukup resisten terhadap busuk umbi, tetapi peka terhadap penyakit busuk ujung daun. 
  • Keling Merupakan varietas lokal yang banyak ditanam di Majalengka. Produksinya agak rendah yakni 8 ton/ha umbi kering dengan susut bobotnya hanya 15%. Umur 70 hari setelah tanam varietas ini sudah bisa dipanen. Satu rumpun memiliki 7-13 anakan, sukar berbunga, dan umbinya merah berbentuk bulat. Jenis ini cocok dikembangkan di dataran rendah. Keling cukup tahan terhadap busuk umbi, tetapi peka terhadap penyakit busuk ujung daun. Selain varietas di atas ada lagi jenis bawang merah, yakrni kuning dan bangkok. Sayangnya kemampuan produksinya rendah, hanya mampu menghasilkan 7 ton/ha. Hampir semua varietas di atas ditanam pada musim kemarau. Hanya varietas medan dan kuning yang tahan ditanam di musim hujan.

Manfaat

Beberapa kalangan menyebut bawang merah (Allium ascalonicum) sebagai sayuran bumbu. Hal ini disebabkan oleh fungsinya yang kebanyakan sebagai pemberi rasa dan bukan bahan yang dimasak. Bawang merah di Indonesia juga sering digunakan sebagai campuran acar.

Nama ilmiah: Coleus amboinicus/ Coleus comocus Hassk
Famili: Lamiaceae
Deskripsi:

Daun bangun-bangun memiliki ciri-ciri bertulang lunak, beruasruas, melingkar, dengan diameter sekitar 15 mm, bagian tengah dan ujungnya sekitar 10 mm ± 5 mm, dapat berkembang- biak dengan mudah. Daun yang masih segar bentuknya tebal, berwarna hijau tua, kedua permukaan daun licin. Daun bangunbangun (Coleus amboinicus) merupakan tumbuhan yang banyak dikonsumsi oleh ibu-ibu setelah melahirkan di daerah Toba, Sumatera Utara. Tumbuhan ini dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI.

Manfaat

Daun digunakan sebagai obat demam, diuretik, bengkak, nyeri, nyeri lambung, rematik, diaforetik.sedangkan batangnya dapat mengatasi demam dan radang selaput lender.
Asam Jawa

Nama Ilmiah: Tamarindus indica L
Family: Leguminoceae
Deskripsi:

Pohon asam berperawakan besar, daunnya selalu hijau dan akan gugur semuanya pada saat musim bunga tiba hanya tinggal pohon dan ranting-rantingnya setelah itu keluar bunga dan disusul tunas daun-daun muda, ketinggian pohon bisa mencapai 30 m dan diameter batang di pangkal hingga 2 m. Kulit batang berwarna coklat keabu-abuan, kasar dan memecah, beralur-alur vertikal. Tajuknya rindang dan lebat berdaun, melebar dan membulat. Daun majemuk menyirip genap, panjang 5-13 cm, terletak berseling, dengan daun penumpu seperti pita meruncing, merah jambu keputihan. Anak daun lonjong menyempit, 8-16 pasang, masing-masing berukuran 0,5-1 × 1-3,5 cm, bertepi rata, pangkalnya miring dan membundar, ujung membundar sampai sedikit berlekuk. Bunga tersusun dalam tandan renggang, di ketiak daun atau di ujung ranting, sampai 16 cm panjangnya. Bunga kupu-kupu dengan kelopak 4 buah dan daun mahkota 5 buah, berbau harum. Mahkota kuning keputihan dengan urat-urat merah coklat, sampai 1,5 cm. Buah polong yang menggelembung, hampir silindris, bengkok atau lurus, berbiji sampai 10 butir, sering dengan penyempitan di antara dua biji, kulit buah (eksokarp) mengeras berwarna kecoklatan atau kelabu bersisik, dengan urat-urat yang mengeras dan liat serupa benang. Daging buah (mesokarp) putih kehijauan ketika muda, menjadi merah kecoklatan sampai kehitaman ketika sangat masak, asam manis dan melengket. Biji coklat kehitaman, mengkilap dan keras, agak persegi.

Manfaat

Daun mudanya (Jw. sinom) digunakan dengan kunyit dan bahan ramuan lain untuk membuat jamu jawa tradisional yaitu jamu sinom untuk minuman kesegaran, jamu gepyok diminum untuk melancarkan dan memperbanyak air susu ibu dan juga bisa digunakan sebagai tapal (dioleskan dipermukaan kulit atau ditempelkan dipermukaan kulit) untuk mengurangi radang dan rasa sakit di persendian, di atas luka atau pada sakit rematik. Daun muda yang direbus untuk mengobati batuk dan demam. Kulit kayunya yang ditumbuk digunakan untuk menyembuhkan luka, borok, bisul dan ruam. Kulit kayu asam juga digunakan sebagai obat kuat. Tepung bijinya untuk mengobati disentri dan diare.
no image

Nama Ilmiah: Arenga pinnata
Famili: Arecaceae (Palmae).
Deskripsi:

Pohon seperti palem dengan Batang tinggi sampai 25 m dan diameter 65 cm. sebagian batang yang cukup panjang berdaun, di bawahnya terdapat pelepah daun yang tepinya sobek-sobek terurai menjadi serabut hitam. Tangkai daun sampai 1,5 m, helaian daun panjangnya sampai 5 m. Anak daun sampai 145 kali 7 cm, di bagian bawah terdapat lapisan lilin. Berumah satu, tongkol betina dengan tongkol. jantan panjangnya 2,5 m. Tongkol bercabang satu kali, cabang samping panjang 1,5 m. Bunga jantan berpasangan, panjang 12 – 15 mm. Bunga betina berdiri sendiri, hampir bulat seperti bola. Buah buni bulat peluru, dengan Ujung pesok ke dalam. Seluruh Jawa, dalam hutan atau ditanam 1 – 1400 m di atas permukaan laut. Juga terkenal dengan nama yang lama Arenga saccharifera Labill.
Boleh dikatakan semua bagian tanaman dapat dipakai, akarnya sebagai bahan anyaman dan cambuk, batang yang dibelah untuk talang (saluran air), kayunya untuk tongkat jalan dan usuk genting, sayur-mayur, tulang daun untuk sapu dan kranjang, daun muda untuk mengganti kertas rokok, serabut pelepah untuk tali ijuk, genting, keranjang, sapu, sikat, terasnya dibuat “sagu”. Dari tongkol bunga jantan disadap cairan yang mengandung gula, kemudian dibuat gula (gula jawa), kalau dikhamirkan menghasilkan sagu air, arak atau cuka, bijinya dibuat manisan dan dimakan (kolang-kaling). Bagian yang digunakan tuak/legen (hasil peragian dari air bunga) dan akar. Ciri dari pohon aren, batangnya tidak berduri, tidak bercabang, tinggi dapat mencapai 25 meter dan diameter pohon dapat mencapai 65 cm.
Tanaman ini hampir mirip dengan pohon kelapa. Perbedaannya,, jika pohon kelapa batang pohonnya bersih (pelepah daun yang tua mudah lepas), maka batang pohon aren ini sangat kotor karena batangnya terbalut oleh ijuk sehingga pelepah daun yang sudah tua sulit diambil atau lepas dari batangnya. Oleh karena itulah, batang pohon aren sering ditumbuhi oleh banyak tanaman jenis paku-pakuan. Tangkai daun aren panjangnya dapat mencapai 1,5 meter, helaian daun panjangnya dapat mencapai 1.45 meter, lebar 7 cm dan bagian bawah daun ada lapisan lilin.

Manfaat

Tuak/legen untuk mengatasi sariawan dan sembelit. Akar untuk mengatasi batu ginjal dan ruam kulit.