June 2017

Nama Ilmiah: Colocasia esculenta
Famili: Araceae
Deskripsi:

Tumbuhan herba dengan tangkai daun yang panjang dan daun lebar, tingginya mulai dai 30 sampai 150 cm. Akarnya berumbi yang mencapai diameter 10cm. Daunnya berkelompok 2-3 tangkai dengan petiole panjang, berbentuk seperti perisai dengan panjang 20-50 cm. Tangkai daunnya menempel pada bagian tengah daun, bukan pada belahan segitiga pada pangkal daunnya. Petiole atau tangkai daunnya dapat mencapai panjang 1 meter dengan warna hijau, merah sampai ungu. Bunganya memiliki spatha dengan ukuran bervariasi, umumnya 20 cm. Bagian spadixnya berbentuk silindris dengan panjang setengah dari spatha, berwarna hijau pada pangkall dan kuning pada ujungnya.

Manfaat

Talas digunakan untuk mengobati berbagai penyakit mulai dari sembelit hingga TBC.Daunnyadapat mengobati asma.Cairan daun Talas ini juga digunakan sebagai penawar racun sengatan kalajengking dan pertolongan terhadap keracunan makanan.


Nama Ilmiah: Catharanthus roseus L.G.Don = Lochnera rosea, Reich= Vinca rosea, Linn.= Ammoallis rosea, Small.
Family: Apocynaceae
Deskripsi:

Tapakdara (Catharanthus roseus) banyak dipelihara sebagai tanaman hias. Tapakdara sering dibedakan menurut jenis bunganya, yaitu putih dan merah. Tumbuhan semak tegak yang dapat mencapai ketinggian batang sampai 100 cm ini, sebenarnya merupakan tumbuhan liar yang biasa tumbuh subur di padang atau dipedesaan beriklim tropis. Ciri-ciri tumbuhan Tapakdara : memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Tapakdara juga memiliki rumah biji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Penyebaran tumbuhan ini melalui biji.

Manfaat

Tanaman tapakdara berkhasiat untuk mengobati diabetes, hipertensi, leukemia, asma, bronchitis, demam, radang perut, disentri, kurang darah, gondong, bisul, borok, luka bakar, luka baru, bengkak, malaria, sembelit, dan anti kanker.



Nama ilmiah: Elephantopus scaber L. = Asterocephalus cochinchinensis, Spreng. = Scabiosa
cochinchinensis, Lour.Famili: Compositae (Asteraceae)
Deskripsi:

Tumbuh liar di lapangan rumput, pematang, kadangkadang ditemukan dalam jumlah banyak, terdapat di dataran rendah sampai dengan 1.200 m di atas permukaan laut. Terna tahunan, tegak, berambut, dengan akar yang besar, tinggi 10 cm - 80 cm, batang kaku berambut panjang dan rapat, bercabang dan beralur. Daun tunggal berkumpul di bawah membentuk roset, berbulu, bentuk daun jorong, bundar telur memanjang, tepi melekuk dan bergerigi tumpul. Panjang daun 10 cm - 18 cm, lebar 3 cm - 5 cm. Daun pada percabangan jarang dan kecil, dengan panjang 3 cm - 9 cm, lebar 1 cm - 3 cm. Bunga bentuk bonggol, banyak, warna ungu. Buah berupa buah longkah. Masih satu marga
tetapi dari jenis lain, yaitu Elephantopus tomentosa L., mempunyai bunga wama putih, bentuk daun bulat telur agak licin, mempunyai efek therapy yang sama, tapi khasiat penurun panas dan anti radang kurang poten. Lebih sering digunakan pada rheumatic dan anti kanker.

Manfaat

Berkhasiat untuk influenza, demam, amandel, radang tenggorakan, radang mata, disentri, diare, gigitan ular, batuk, sakit kuning, busung air, radang ginjal, bisul, kurang darah, radang rahim, keputihan, sariawan.


Temu Kunci

Nama Ilmiah: Boesenbergia pandurata (Roxb.)SchlechtFamily: Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
Deskripsi:

Temu kunci berperawakan herba rendah, merayap di dalam tanah. Dalam satu tahun pertumbuhannya 0,3-0,9 cm. Batangnya merupakan batang asli di dalam tanah sebagai rimpang, berwarna kuning coklat, aromatik, menebal, berukuran 5-30 x 0,5-2 cm. Batang di atas tanah berupa batang semu (pelepah daun). Daun tanaman ini pada umumnya 2-7 helai, daun bawah berupa pelepah daun berwarna merah tanpa helaian daun. Tangkai daun tanaman ini beralur, tidak berambut, panjangnya 7-16 cm, lidah-lidah berbentuk segitiga melebar, menyerupai selaput, panjang 1-1,5 cm, pelepah daun sering sama panjang dengan tangkai daun; helai daunnya tegak, bentuk lanset lebar atau agak jorong, ujung daun runcing, permukaan halus tetapi bagian bawah agak berambut terutama sepanjang pertulangan, warna helai daun hijau muda, lebarnya 5-11 cm. Bunga tanaman ini berupa susunan bulir tidak berbatas, di ketiak daun, dilindungi oleh 2 spatha, panjang tangkai 41 cm, umumnya tangkai tersembunyi dalam 2 helai daun terujung. Kelopak bunganya 3 buah lepas, runcing. Mahkota bunganya 3 buah, warnanya merah muda atau kuning-putih, berbentuk tabung 50-52 mm, bagian atas tajuk berbelah-belah, berbentuk lanset dengan lebar 4 mm dan panjang 18 mm. Benang sarinya 1 fertil besar, kepala sarinya bentuk garis membuka secara memanjang. Lainnya berupa bibir-bibiran (staminodia) bulat telur terbalik tumpul, merah muda atau kuning lemon, gundul, 6 pertulangan, dan ukurannya 25×7 cm. Putik bunganya berupa bakal buah 3 ruang, banyak biji dalam setiap ruang

Manfaat

Rimpang temu kunci sebagai peluruh dahak atau untuk menanggulangi batuk, peluruh kentut, penambah nafsu makan, menyembuhkan sariawan, bumbu masak, dan pemacu keluarnya Air Susu Ibu (ASI). Selain itu, tanaman ini juga telah digunakan sebagai obat aprodisiac, disentri, antiinflamasi, kolik, serta untuk menjaga kesehatan tubuh. Di Malaysia, rimpang temu kunci digunakan sebagai sebagai obat sakit perut dan dekoksi pada wanita pasca melahirkan.



Nama Latin: Curcuma xanthorrhiza ROXB
Famili: Zingiberaceae
Deskripsi:

Tanaman terna berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1m tetapi kurang dari 2m, berwarna hijau atau coklat gelap. Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berwarna hijau gelap. Tiap batang mempunyai daun 2 – 9 helai dengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau coklat keunguan terang sampai gelap, panjang daun 31 – 84cm dan lebar 10 – 18cm, panjang tangkai daun termasuk helaian 43 – 80cm. Perbungaan lateral, tangkai ramping dan sisik berbentuk garis, panjang tangkai 9 – 23cm dan lebar 4 – 6cm, berdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan mahkota bunga. Kelopak bunga berwarna putih berbulu, panjang 8 – 13mm, mahkota bunga berbentuk tabung dengan panjang keseluruhan 4.5cm, helaian bunga berbentuk bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau merah, panjang 1.25 – 2cm dan lebar 1cm.
Ciri:
  1. Berbatang semu dan pendek di atas tanah
  2. Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berwarna hijau gelap
  3. Memiliki bunga berwarna kuning
  4.  Berupa terna dengan rimpang yang menyerupai umbi
  5. Tiap batang mempunyai daun 2 – 9 helai dengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau coklat keunguan terang sampai gelap
  6. Perbungaan lateral, tangkai ramping dan sisik berbentuk garis
  7.  Berdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan mahkota bunga
  8. Kelopak bunga berwarna putih berbulu, mahkota bunga berbentuk tabung
  9. Helaian bunga berbentuk bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau merah

Manfaat

Rimpang temu lawak digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional dan minuman penyegar, Obat sakit maag, susah buang air besar, sariawan, sembelit, penyakit eksim, ginjal, asma, kolesterol, batuk, hepatitis, Menambah nafsu makan, Membersihkan darah, Mengobati penyakit kuning (gangguan pada hati/lever), demam malaria, sembelit, badan yang terlalu lelah karena kebanyakan kerja atau sehabis jatuh sakit.



Nama Latin: Solanum lycopersicum L.
Famili: Solanaceae
Deskripsi:

Terdapat batang atau daun yang melekat pada buku atau internodus, termasuk daun majemuk menyirip gasal, tidak sempurna. Bunga tumbuh di ketiak, kuncup aksiler yang merupakan bunga sempurna karena terdapat putik dan benang sari sehingga dapat langsung terjadi pembuahan. Bisa juga pada ujung batang terdapat kuncup terminal.
System akar: Tunggang atau dikotil.
Tanaman tomat berasal dari Amerika tropis, ditanam sebagai tanaman buah di ladang, pekarangan, atau ditemukan liar pada ketinggian 1--1600 m dpl. Tanaman ini tidak tahan hujan, sinar matahari terik, serta menghendaki tanah yang gembur dan subur. Terna setahun ini tumbuh tegak atau bersandar pada tanaman lain, tinggi 0,5--2,5 m, bercabang banyak, berambut, dan berbau kuat. Batang bulat, menebal pada buku-bukunya, berambut kasar warnanya hijau keputihan. Daun majemuk menyirip, letak berseling, bentuknya bulat telur sampai memanjang, ujung runcing (acutus), pangkal membulat, helaian daun yang besar tepinya berlekuk, helaian yang lebih kecil tepinya bergerigi, panjang 10--40 cm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk, berkumpul dalam rangkaian berupa tandan, bertangkai, mahkota berbentuk bintang, warnanya kuning. Buahnya buah buni, berdaging, kulitnya tipis licin mengkilap, beragam dalam bentuk maupun ukurannya, warnanya kuning atau merah. Bijinya banyak, pipih, warnanya kuning kecokelatan. Buah tomat bisa dimakan langsung, dibuat jus, saus tomat, dimasak, dibuat sambal goreng, atau dibuat acar tomat. Pucuk atau
daun muda bisa disayur.
Ciri:
Perdu semusim, berbatang lemah dan basah. Daunnya berbentuk segitiga. Bunganya berwarna kuning. Buahnya buah buni, hijau waktu muda dan kuning atau merah waktu tua. Berbiji banyak, berbentuk bulat pipih, putih atau krem, kulit biji berbulu. Perbanyakan dengan biji kadang-kadang dengan setek batang cabang yang telah tua.

Manfaat

Sebagai antioksidan, menjaga mata agar terhindar dari rabun senja, mencegah kanker, menguatkan jantung, menjaga kesehatan kulit.

Nama Ilmiah: Plantago major (L.)= P.asiatica L, dan P.crenata Blanco
Family: Plantaginaceae
Deskripsi:

Ciri-ciri daun sendok, bila diamati daunnya berbentuk seperti sendok. Daun sendok ini adalah tanaman gulma yang dapat tumbuh dimana saja, seperti di pinggir jalan, di taman dsb. Tanaman tidak memerlukan perawatan khusus, karena daun sendok ini termasuk dalam tumbuhan tropis, jika ia mati, akan cepat tumbuh kembali dan perkembangbiakannya dengan bantuan proses fotosintesis ( cahaya matahari ) dan dapat menyesuaikan pada cuaca apapun, selain ciri tersebut daun sendok memiliki batang yang cukup kecil dan ramping, berdaun lebar, berwarna hijau, daun sendok masih anggota famili tumbuhan dari planfaginaccae. Daun sendok meski termasuk tanaman gulma, daun sendok ini ternyata dapat dijadikan salah satu tanaman obat atau tanaman herbal yang banyak bermanfaat bagi kesehatan tubuh maupun penyakit.

Manfaat


Daun sendok bermanfaat untuk mengobati gangguan pada saluran kandung kemih, seperti infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak karena penyakit ginjal ( nefrotik edema ), air kemih keluar sedikit karena panas dalam, batu empedu, batu ginjal, radang prostat (prostatitis), penyakit influenza, demam, batuk rejan (pertusis), radang saluran napas (bronkitis), diare, disentri, nyeri lambung, radang mata merah (konjungtivitis), menerangkan penglihatan yang kabur, mengobati kencing manis (Diabetes Mellitus), hepatitis akut disertai kuning (hepatitis ikterik akut), cacingan, gigitan serangga, dan perdarahan seperti mimisan, batuk darah.

Nama Ilmiah: Solanum torvum Swartz
Family: Solanaceae
Deskripsi:

Merupakan perdu dengan tinggi ± 2 m. Berbatang bulat, berkayu, bercabang, berduri, percabangan simpodial, putih kotor. Memiliki daun tunggal, tersebar, bulat telur, bercangap, tepi rata, ujung meruncing, pangkal runcing, panjang 27-30 cm, lebar 20-24 cm, pertulangan menyirip, ibu tulang berduri, hijau. Memilki bunga majemuk, bentuk bintang, bertaju, waktu kuncup berbintik ungu, kelopak berbulu, bertaju lima, runcing, panjang ± 5 mm, hijau muda, benang sari lima, tangkai panjang ± 1mm, kepala sari panjang ± 6 mm, bentuk jarum, kuning, tangkai putik ± 1 cm, putih kepala putik hijau, putih. Buah buni, bulat, masih muda hijau setelah tua jingga. Berbiji pipih, kecil, licin, kuning pucat dan memiliki akar tunggang, kuning pucat.

Manfaat

Berkhasiat melancarkan sirkulasi dan menghilangkan darah beku, menghilangkan nyeri (analgesic), bengkak, sakit lambung, bisul, batuk kronis, mengatasi batuk (antitusif), koreng, melancarkan haid, jantung berdebar (tachycardia) dan nyeri jantung, hipertensi, menambah nafsu makan, kepala pusing.


Nama Ilmiah: Solanum mammonum L.

Family: Solanaceae
Deskripsi:

Merupakan herba tegak, 1 tahun, sering dengan pangkal berkayu, tinggi 0, 7 – 11,5 m. Berbatang bulat dengan duri tempel hijau yang banyak, kemudian berwarna kuning jerami. Pada umumnya, daunnya berwarna hijau dengan duri tempel yang tersebar, keliling helaian daun lebar bulat telur bentuk lingkaran dengan pangkal lebar, sedikit banyak berlekuk menjari , disamping itu bergigi kasar, pada tulang daun besar berduri tempel, 8 – 21 kali 8 – 23 cm. Dengan bunga majemuk, bunga dalam cabang berseling yang duduk, 2 baris, berbunga 5 – 8, cabang berseling yang muda dengan ujung yang menggulung, bunga atas kadang – kadang jantan. Tangkai bunga 8 – 15 mm, berduri tempel atau tidak, di bawah buah memanjang dan menebal. Tinggi kelopak 5 – 7mm, sampai jauh melebihi tengah – tengah berbagi 5, taju sempit dan runcing. Tinggi mahkota 1,5 cm, sisi luar berambut panjang, terbagi sampai dekat pangkal, taju sempit, ungu cerah, dengan pangkal pucat dan
garis di tangah. Kepala sari kuning belerang. Bakal buah pada pangkal 5 tonjolan. Buah buni duduk pada kelopak yang membesar, panjangnya sampai 8 cm, dengan tonjolan bentuk puting pada pangkalnya, berwarna kuning terang, dan biji pipih berwarna cokelat.

Manfaat


Tanaman terong susu berkhasiat untuk pegal linu (obat luar), encok, dan obat cacing.

mentimunNama Ilmiah: Cucumis sativus L.

Family: Cucurbitaceae

Deskripsi:

Mentimun dibudidayakan dimana-mana, baik di ladang, halaman rumah atau di rumah kaca. Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur dan mendapat sinar matahari penuh dengan drainage yang baik. Ketimun sebaiknya dirambatkan ke para-para dan tumbuh baik dari dataran rendah sampai 1.300 m dpl. Tanaman semusim, merayap atau merambat, berambut kasar, berbatang basah, panjang 0,5-2,5 m.
Tanaman ini mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya bulat telur lebar, bertaju 3-7, dengan pangkal berbentuk jantung, ujung runcing, tepi bergerigi. Panjang 7-18 cm, lebar 7-15 cm, warnanya hijau. Bunganya ada yang jantan berwarna putih kekuningan, dan bunga betina yang bentuknya seperti terompet. Buah bulat panjang, tumbuh bergantung, warnanya hijau berlilin putih, setelah tua warnanya kuning kotor, panjang 10–30 cm, bagian pangkal berbintil, banyak mengandung cairan. Bijinya banyak, bentuknya lonjong meruncingi pipih, warnanya putih kotor. Perbanyakan dengan biji.

Manfaat


Buah timun dapat mengobati tekanan darah tinggi, sariawan, demam, jerawat, membersihkan muka berminyak, membersihkan ginjal. Sedangkan bijinya dapat mengobati cacingan.

Nama Ilmiah: Sesbania grandiflora
Family: Papilionaceae
Deskripsi:
Turi umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias, di tepi jalan sebagai pohon pelindung, atau ditanam sebagai tanaman pembatas pekarangan. Tanaman ini dapat ditemukan di bawah 1.200 m dpl. Pohon ‘kurus’ berumur pendek, tinggi 5-12 m, ranting kerapkali menggantung. Kulit luar berwarna kelabu hingga kecoklatan, tidak rata, dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan, lapisan gabus mudah terkelupas. Di bagian dalam berair dan sedikit berlendir. Percabangan baru keluar setelah tinggi tanaman sekitar 5 m. Berdaun majemuk yang letaknya tersebar, dengan daun penumpu yang panjangnya 0,5-1 cm. Panjang daun 20-30 cm, menyirip genap, dengan 20-40 pasang anak daun yang bertangkai pendek. Helaian anak daun berbentuk jorong memanjang, tepi rata, panjang 3-4 cm, lebar 0,8-1,5 cm. Bunganya besar dalam tandan yang keluar dari ketiak daun, letaknya menggantung dengan 2-4 bunga yang bertangkai, kuncupnya berbentuk sabit, panjangnya 7-9 cm. Bila mekar, bunganya berbentuk kupu-kupu. Ada 2 varietas, yang berbunga putih dan berbunga merah. Buah bentuk polong yang menggantung, berbentuk pita dengan sekat antara, panjang 20-55 cm, lebar 7-8 mm. Biji 15-50, letak melintang di dalam polong. Akarnya berbintil-bintil, berisi bakteri yang dapat memanfaatkan nitrogen, sehingga bisa menyuburkan tanah. Daun,
bunga dan polong muda dapat dimakan sebagai sayur atau dipecel. Daun muda setelah dikukus kadang dimakan oleh ibu yang sedang menyusui anaknya untuk menambah produksiasi, walaupun baunya tidak enak dan berlendir. Bunganya gurih dan manis, biasanya bunga berwarna putih yang dikukus dan dimakan sebagai pecel. Daun dan ranting muda juga merupakan makanan ternak yang kaya protein. Turi juga dipakai sebagai pupuk hijau. Daunnya mengandung saponin sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun setelah diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian. Sari kulit batang pohon turi digunakan untuk menguatkan dan mewarnai jala ikan. Kulit batang turi merah kadang dijual dengan nama kayu timor. Turi berbunga merah lebih banyak dipakai dalam pengobatan, karena memang lebih berkhasiat. Mungkin kadar taninnya lebih tinggi, sehingga lebih manjur untuk pengobatan luka ataupun disentri. Perbanyakan dengan biji atau stek batang.

Manfaat

Kulit batang (terutama bagian pangkalnya) berkhasiat untuk sariawan, disentri, diare, scabies, cacar air, demam dengan erupsi kulit. Sedangkan daunnya berkhasiat untuk keseleo, memar akibat terpukul (hematoma), luka, keputihan (fluor albus), batuk, hidung berlendir, sakit kepala, memperbanyak produksi ASI, beri-beri, demam nifas, radang tenggorokan. Dan bunganya untuk memperbanyak dan memperlancar pengeluaran ASI, hidung berlendir. Akar berkhasiat untuk pegal linu (rheumatism), batuk berdahak.


Nama Ilmiah: Valeriana officinale L.
Family: Valerianaceae

Deskripsi:

Tanaman ini memiliki tinggi lebih kurang lebih 60 cm. Batang tegak, lunak, permukaan licin, warna hijau pucat. Daun majemuk, bentuk helaian daun lonjong, tepi bercangap, ujung dan pangkal meruncing, permukaan berkerut, warna hijau. Perbungaan bentuk tandan di ujung batang, kelopak hijau muda, mahkota halus warna putih. Buah buni, bentuk lonjong, warna cokelat. Biji bulat kehitaman. Valeriana dapat tumbuh pada tanah gembur dengan air cukup pada dataran rendah hingga 120 m dari permukaan laut

Manfaat

Valerian hutan berguna untuk sedative, hiptonik, spasmolitik, karminatif, hipotensis, kejang, pusing, menambah vitalitas tubuh


violces

Nama Ilmiah: Viola odorata Linn
Famili: Violaceae
Deskripsi:
Violces adalah Terna tak berbatang, tahunan dengan rimpang yang diterapi sisa-sisa tangkai daun dan daun penumpu, dan tunas-tunas berdaun dan merambat. Tanaman bunga dengan nama lain African violet ini memiliki daun tebal dan berbulu bak beludru. Daun-daunnya tumbuh dalam bentuk roset dengan bunga yang berwarna putih, pink , violet atau biru. Bunga-bunga tersebut tampak kontras dengan daunnya yang berwarna hijau keunguan.
Manfaat

Berkhasiat untuk diaforetik, antipiretik, diuretic. Akar berkhasiat untuk urus-urus, mengeluarkan dahak, menghilangkan demam dan menambah nafsu makan, sedangkan daun dan bunganya untuk obat peluruh air seni dan encok.

Nama ilmiah: Anredera cordivolia
Famili: Basellaceae
Deskripsi:

Berupa tumbuhan menjalar, berumur panjang (perenial), bisa mencapai panjang +/- 5 m. Akar berbentuk rimpang, berdaging lunak. Batang lunak, silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar. Daun tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau, bentuk jantung (cordata), panjang 5 - 10 cm, lebar 3 - 7 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi rata, permukaan licin, bisa dimakan. Bunga majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, mahkota berwarna krem keputih-putihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, panjang helai mahkota 0,5 - 1 cm, berbau harum. Perbanyaan Generatif (biji), namun lebih sering berkembang atau dikembangbiakan secaravegetatif melalui akar rimpangnya.

Manfaat

Daun, akar, dan batangnya digunakan untuk memulihkan stamina yang loyo, meningkatkan vitalitas pria, menyembuhkan luka luar dan dalam, diabetes, analgesic, memar, rematik, pegal linu, nyeri urat, dan menghaluskan kulit.
Bawang Putih

Nama Ilmiah: Allium Sativum
Family: Liliaceae
Deskripsi:

Bawang putih dapat tumbuh di ladang-ladang di daerah pegunungan dengan hawa sejuk dan cukup mendapat sinar matahari. Berbatang semu dan berwarna hijau. Buahnya terdapat pada bagian bawah dengan akar, umbi bawang putih berbentuk seperti umbi besar dan berwarna putih. Tiap siung bawang putih diselimuti dengan kulit tipis. Daunnya berbentuk pita ( pipih memanjang), tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm dan lebar 1,5 cm. Berakar serabut. Bila diiris bawang putih akan menimbulkan aroma yang khas dan rasanya cukup pedas, getir apabila dimakan mentah.

Manfaat

Bawang putih dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, menghambat proses penuaaan,ajoene yang ada di dalam bawang putih mencegah penggumpalan darah, manfaat bawang putih bisa meredam depresi/setres, dan manfaat bawang putih yang lainnya yaitu mengandung khasiat antimikroba, antitrombotik, hipolipidemik, antiarthritis, hipoglikemik, dan juga memiliki antivitas sebagai antitumor.
Bawang Prei


Nama Ilmiah: Allium porrum Bl
Family: Amarylidaceae
Deskripsi:

Bawang prey merupakan herba tahunan dengan tinggi 0,2-1 cm. berbatang semu yang terbentuk dari kumpulan pelepah daun, massif, bulat dan berwarna hijau. Memiliki daun tunggal, berseling, berbentuk pita dengan tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul dengan panjang 10-25 cm, lebar 0,5-2 cm, pertulangan sejajar, licin dan berwarna hijau. Memiliki bunga majemuk, berbentuk payung, bertangkai silindris dengan panjang 10-25 cm, berwarna hijau dengan jumlah benang sari sebanyak 6, tangkai sari putih kepala sari hitam, kepala putik bulat, berwarna kuning, mahkota 6 helai, ujung runcing berwarna putih. Berbuah kotak, nerruang tiga, garis tengah ½ cm, berwarna hijau. Berbiji pipih berwarna hitam dan memiliki akar serabut berwarna kuning muda.

Manfaat

Daun bawang/bawang prey berhasiat sebagai obat batuk.
Bawang Merah

Nama Ilmiah: Allium ascalonicum
Family: Alliaceae
Deskripsi:

Varietas yang dianjurkan ditanam di dataran rendah adalah sebagai berikut:

  • Bima brebes Varietas lokal asal Brebes ini mampu menghasilkan 10 ton/haumbi kering dengan bobot susut panen mencapai 22%. Varietas ini dipanen pada umur 60 hari. Anakan dalam satu rumpun mencapai 7-12 buah. Di Brebes tanaman ini jarang berbunga. Umbi berwarna merah muda, bentuknya lonjong kecil dengan suatu cincin kecil pada cakram. Jenis ini cocok sekali untuk dikembangkan di dataran rendah. Bima brebes resisten terhadap penyakit busuk umbi (Botrytis allii), tetapi peka terhadap penyakit busuk daun (Phytoptora porii). 
  • Medan. Banyak ditanam di daerah Samosir, Sumatera Utara. Dipanen pada umur 70 hari dengan produksi rata-rata 7 ton/ha umbi kering. Bobot susut varietas ini tergolong tinggi, yakni 25% dar7 bobot panen basah. Satu rumpun terdiri dari 6- 12 anakan. Mudah berbunga, wama umbi merah, berbentuk bulat dengan ujung runcing. Jenis ini fleksibel untuk dataran tinggi maupun rendah. Varietas ini cukup resisten terhadap busuk umbi, tetapi peka terhadap penyakit busuk ujung daun. 
  • Keling Merupakan varietas lokal yang banyak ditanam di Majalengka. Produksinya agak rendah yakni 8 ton/ha umbi kering dengan susut bobotnya hanya 15%. Umur 70 hari setelah tanam varietas ini sudah bisa dipanen. Satu rumpun memiliki 7-13 anakan, sukar berbunga, dan umbinya merah berbentuk bulat. Jenis ini cocok dikembangkan di dataran rendah. Keling cukup tahan terhadap busuk umbi, tetapi peka terhadap penyakit busuk ujung daun. Selain varietas di atas ada lagi jenis bawang merah, yakrni kuning dan bangkok. Sayangnya kemampuan produksinya rendah, hanya mampu menghasilkan 7 ton/ha. Hampir semua varietas di atas ditanam pada musim kemarau. Hanya varietas medan dan kuning yang tahan ditanam di musim hujan.

Manfaat

Beberapa kalangan menyebut bawang merah (Allium ascalonicum) sebagai sayuran bumbu. Hal ini disebabkan oleh fungsinya yang kebanyakan sebagai pemberi rasa dan bukan bahan yang dimasak. Bawang merah di Indonesia juga sering digunakan sebagai campuran acar.

Nama ilmiah: Coleus amboinicus/ Coleus comocus Hassk
Famili: Lamiaceae
Deskripsi:

Daun bangun-bangun memiliki ciri-ciri bertulang lunak, beruasruas, melingkar, dengan diameter sekitar 15 mm, bagian tengah dan ujungnya sekitar 10 mm ± 5 mm, dapat berkembang- biak dengan mudah. Daun yang masih segar bentuknya tebal, berwarna hijau tua, kedua permukaan daun licin. Daun bangunbangun (Coleus amboinicus) merupakan tumbuhan yang banyak dikonsumsi oleh ibu-ibu setelah melahirkan di daerah Toba, Sumatera Utara. Tumbuhan ini dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI.

Manfaat

Daun digunakan sebagai obat demam, diuretik, bengkak, nyeri, nyeri lambung, rematik, diaforetik.sedangkan batangnya dapat mengatasi demam dan radang selaput lender.
Asam Jawa

Nama Ilmiah: Tamarindus indica L
Family: Leguminoceae
Deskripsi:

Pohon asam berperawakan besar, daunnya selalu hijau dan akan gugur semuanya pada saat musim bunga tiba hanya tinggal pohon dan ranting-rantingnya setelah itu keluar bunga dan disusul tunas daun-daun muda, ketinggian pohon bisa mencapai 30 m dan diameter batang di pangkal hingga 2 m. Kulit batang berwarna coklat keabu-abuan, kasar dan memecah, beralur-alur vertikal. Tajuknya rindang dan lebat berdaun, melebar dan membulat. Daun majemuk menyirip genap, panjang 5-13 cm, terletak berseling, dengan daun penumpu seperti pita meruncing, merah jambu keputihan. Anak daun lonjong menyempit, 8-16 pasang, masing-masing berukuran 0,5-1 × 1-3,5 cm, bertepi rata, pangkalnya miring dan membundar, ujung membundar sampai sedikit berlekuk. Bunga tersusun dalam tandan renggang, di ketiak daun atau di ujung ranting, sampai 16 cm panjangnya. Bunga kupu-kupu dengan kelopak 4 buah dan daun mahkota 5 buah, berbau harum. Mahkota kuning keputihan dengan urat-urat merah coklat, sampai 1,5 cm. Buah polong yang menggelembung, hampir silindris, bengkok atau lurus, berbiji sampai 10 butir, sering dengan penyempitan di antara dua biji, kulit buah (eksokarp) mengeras berwarna kecoklatan atau kelabu bersisik, dengan urat-urat yang mengeras dan liat serupa benang. Daging buah (mesokarp) putih kehijauan ketika muda, menjadi merah kecoklatan sampai kehitaman ketika sangat masak, asam manis dan melengket. Biji coklat kehitaman, mengkilap dan keras, agak persegi.

Manfaat

Daun mudanya (Jw. sinom) digunakan dengan kunyit dan bahan ramuan lain untuk membuat jamu jawa tradisional yaitu jamu sinom untuk minuman kesegaran, jamu gepyok diminum untuk melancarkan dan memperbanyak air susu ibu dan juga bisa digunakan sebagai tapal (dioleskan dipermukaan kulit atau ditempelkan dipermukaan kulit) untuk mengurangi radang dan rasa sakit di persendian, di atas luka atau pada sakit rematik. Daun muda yang direbus untuk mengobati batuk dan demam. Kulit kayunya yang ditumbuk digunakan untuk menyembuhkan luka, borok, bisul dan ruam. Kulit kayu asam juga digunakan sebagai obat kuat. Tepung bijinya untuk mengobati disentri dan diare.
no image

Nama Ilmiah: Arenga pinnata
Famili: Arecaceae (Palmae).
Deskripsi:

Pohon seperti palem dengan Batang tinggi sampai 25 m dan diameter 65 cm. sebagian batang yang cukup panjang berdaun, di bawahnya terdapat pelepah daun yang tepinya sobek-sobek terurai menjadi serabut hitam. Tangkai daun sampai 1,5 m, helaian daun panjangnya sampai 5 m. Anak daun sampai 145 kali 7 cm, di bagian bawah terdapat lapisan lilin. Berumah satu, tongkol betina dengan tongkol. jantan panjangnya 2,5 m. Tongkol bercabang satu kali, cabang samping panjang 1,5 m. Bunga jantan berpasangan, panjang 12 – 15 mm. Bunga betina berdiri sendiri, hampir bulat seperti bola. Buah buni bulat peluru, dengan Ujung pesok ke dalam. Seluruh Jawa, dalam hutan atau ditanam 1 – 1400 m di atas permukaan laut. Juga terkenal dengan nama yang lama Arenga saccharifera Labill.
Boleh dikatakan semua bagian tanaman dapat dipakai, akarnya sebagai bahan anyaman dan cambuk, batang yang dibelah untuk talang (saluran air), kayunya untuk tongkat jalan dan usuk genting, sayur-mayur, tulang daun untuk sapu dan kranjang, daun muda untuk mengganti kertas rokok, serabut pelepah untuk tali ijuk, genting, keranjang, sapu, sikat, terasnya dibuat “sagu”. Dari tongkol bunga jantan disadap cairan yang mengandung gula, kemudian dibuat gula (gula jawa), kalau dikhamirkan menghasilkan sagu air, arak atau cuka, bijinya dibuat manisan dan dimakan (kolang-kaling). Bagian yang digunakan tuak/legen (hasil peragian dari air bunga) dan akar. Ciri dari pohon aren, batangnya tidak berduri, tidak bercabang, tinggi dapat mencapai 25 meter dan diameter pohon dapat mencapai 65 cm.
Tanaman ini hampir mirip dengan pohon kelapa. Perbedaannya,, jika pohon kelapa batang pohonnya bersih (pelepah daun yang tua mudah lepas), maka batang pohon aren ini sangat kotor karena batangnya terbalut oleh ijuk sehingga pelepah daun yang sudah tua sulit diambil atau lepas dari batangnya. Oleh karena itulah, batang pohon aren sering ditumbuhi oleh banyak tanaman jenis paku-pakuan. Tangkai daun aren panjangnya dapat mencapai 1,5 meter, helaian daun panjangnya dapat mencapai 1.45 meter, lebar 7 cm dan bagian bawah daun ada lapisan lilin.

Manfaat

Tuak/legen untuk mengatasi sariawan dan sembelit. Akar untuk mengatasi batu ginjal dan ruam kulit.
tanaman-anggur


Nama Ilmiah: Vitis vinifera L.

Family: Vitaceae

Deskripsi:

Tumbuhan berbentuk semak, berumur panjang (perenial), panjang +/- 8 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, menjalar, warna hijau kecoklatan, permukaan halus. Daun tunggal, tersusun berseling (alternate), warna hijau, bentuk bundar hingga jorong, panjang 10 - 16 cm, lebar 8 - 14 cm, helaian daun tipis tegar, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi bergigi runcing (dentatus), permukaan berbulu (villosus). Bunga majemuk, bentuk malai (panicula), muncul di ketiak daun (axillaris), kelopak berbentuk mangkuk (urceolatus) - berwarna hijau, daun mahkota berlekatan (gamopetalus). Buah buni (bacca), bulat atau lonjong, panjang 2 - 3 cm, warna hijau, ungu, atau hitam, bentuk biji lonjong - berwarna cokelat muda. Perbanyaan generatif (biji) atau vegetatif (stek).

Manfaat

Tanaman anggur berkhasiat untuk mengobati asma, sebagai antibakteri, alzheimer, kanker payudara, sembelit, kelelahan, penyakit jantung, gangguan pencernaan, migrain, gangguan ginjal.
Andong merah


Nama Ilmiah: Cordylineterminalis (L.) Kunth, Asparagus Terminalis L.

Famili: Liliaceae

Deskripsi:

Tanaman andong merah merupakan tanaman berbentuk perdu tegak, jarang bercabang, tinggi 2-4 m. tanaman ini bisa sebagai tanaman hias, tanaman kuburan, dan tanaman pagar. Berdaun tunggal, berbentuk lanset lebar, berwarna merah tua, merah kecoklatan, atua hijau. Bunga berbentuk malai, panjang sekitar 30 cm, berwarna hijau keunguan atau kuning muda. Buahnya berbentuk bola, berwarna merah mengkilat.

Manfaat

Tanaman andong merah berhasiat untuk menghentikan pendarahan, menghilangkan bengkak karena memar, mengobati TBC batuk dengan batuk berdarah, ancaman keguguran kandungan, air kemih berdarah, dan wasir berdarah.
Andong


Nama Ilmiah: Cordyline fruticosa (L) A. Cheval.
Family: Agavaceae (Liliaceae)
Deskripsi:

Perdu bercabang; tinggi 2-4 m. Ranting dengan bekas daun rontok yang berbentuk cincin. Daun pada ujung ranting berjejal dengan susunan spiral; tangkai bentuk talang, helaian daun bentuk garis atau lanset, 20- 60 kali 1-13 cm, dengan pangkal yang berbentuk baji dan ujung runcing, hijau atau merah atau lorek. Malai bunga di ketiak daun, bertangkai panjang, bercabang melebar, dengan daun pelindung yang besar pada pangkal cabang. Anak daun pelindung pada pangkal bunga kecil. Daun tenda bunga 6, memanjang, panjang 1,3 cm, 3 yang luar pada bagian separo bawah melekat, erat dengan yang di dalam, bagian yang teratas lepas dan melengkung kebelakang kembali. Benang sari 6, tertancap pada tenda bunga. Kepala putik pendek 3 taju. Buah buni ± bentuk bola, merah mengkilat. Biji hitam mengkilat. Dari Asia Timur. Di kebun dan pagar, di kuburan; 1-1.900 m. Bagian yang digunakan Daun.

Manfaat

Tanaman Andong berkhasiat untuk batuk darah, disentri, haid terlalu banyak, wasir berdarah.
Adas herbal tanaman obat


Nama Ilmiah: Foeniculum vul-gare Mill.

Family: Umbelliferae

Deskripsi:

Tanaman dicirikan dengan bentuk herba tahunan, tinggi tanaman dapat mencapai 1 - 2 m dengan percabangan yang banyak, batang beralur. Daun berbagi menyirip, berbentuk bulat telur sampai segi tiga dengan panjang 3 dm, bunga ber-warna kuning membentuk kumpulan payung yang besar. Dalam satu payung besar terdapat 15 - 40 payung kecil, dengan panjang tangkai payung 1 - 6 cm. Bunga ber-bentuk oblong dengan panjang 3,5 - 4 mm. Dalam masing-masing biji terdapat tabung minyak yang letak-nya berselang-seling. Pada waktu muda biji adas bewarna hijau ke-mudian kuning kehijauan, dan ku-ning kecokelatan pada saat panen.

Manfaat 

Sebagai tanaman obat adas dapat digunakan sebagai antispasmodik, karminatif, diuretik (pelancar air seni), ekspektoran (pengencer da-hak), laxative, stimulant (perang-sang), dan obat sakit perut. Dari sedikit akar yang direbus sebagai sayuran bisa digunakan untuk obat batuk (pelancar dahak). Adas juga digunakan sebagai obat untuk merangsang air susu ibu (pelancar ASI), sebagai obat kolik dan digunakan untuk memperbaiki rasa obat lainnya. Minyak esensial dan oleoresin adas dapat digunakan untuk aroma sabun, kream, parfum dan minuman beralkohol. Obat-obatan herbal Cina juga menggunakan adas sebagai obat grastroenteritis, hernia, gangguan pen-cernaan, gangguan abdomen, meng-hancurkan lendir dan merangsang produksi susu. Minyak esensial adas dilaporkan bisa menstimulasi per-baikan liver pada tikus putih dan juga sebagai antibakteri. Untuk kesehatan wanita selain meningkatkan produksi ASI, adas juga dapat memperlancar haid, dan meningkatkan hormon
estrogen sehingga adas juga dapat memper-lambat menopause. Adas juga dapat digunakan sebagai terapi tradisional kanker prostat.
no image

Ciri-ciri penyakit


  1. Sakit terasa perih terutama daerah ulu hati.
  2. Mual
  3. Kadang-kadang disertai keringat dingin dan pusing
  4. Perut kembung.

Bahan yang dipergunakan


  1. Kunyit yang tua 2 jari tangan
  2. Air matang 1/2 cangkir

Cara pembuatan


  1. Kupas kunyi t dan bersihkan
  2. Parut kunyi t tambah air matang
  3. Peras dengan kain bersih
  4. Ambil beningnya

Cara pemakaiannya

Minum 2 x sehari satu ramuan, pagi hari sebelum makan dan malam hari sebelum tidur.
no image

Ciri-ciri penyakit


  1. Berak encer lebih 3 kali sehari
  2. Sakit perut saat berak
  3. Kadang rasa mual dan kembung.

Bahan yang diperlukan


  1. Daun jambu biji muda satu genggam.
  2. Adas 5 butir (1/3 sendok teh).
  3. Pulo sari 2 jari tangan
  4. Air 2 cangkir

Cara membuatnya

Bahan setelah dicuci dipotong kecil-kecil kemudian didihkan sampai diperoleh 1 cangkir

Cara pemakaian

Diminum 2 x sehari 1/2 cangkir.
no image

Ciri-ciri penyakit


  1. Napas berbunyi
  2. Berkeringat
  3. Sesak napas

Bahan


  1. Daun randu (daun kapuk) 7 helai
  2. Pegagan 1 genggam
  3. Gula batu saecukupnya.
  4. Air matang 1 cangkir.

Cara pembuatan


  1. Cuci daun randu dan pegagan
  2. Tumbuk dengan sediki t air, setelah halus tambah air matang dan saring
  3. Beningnya ditambah dengan gula batu dan aduk hingga larut.

Cara pemakaian


  1. Diminum 1 x sehari 1 ramuan, pagi hari sebelum makan
  2. Diulang tiap hari sampai sembuh
  3. Untuk pemeliharaan cukup 1 minggu sekali satu ramuan
no image

Ciri-ciri penyakit

  1. Pilek , keluar lendir/cairan ingus dari hidung.
  2. Kadang-kadang disertai panas.
  3. Sakit kepala
  4. Hidung tersumbat
  5. Nyeri otot

Bahan yang dipergunakan

  1. Air teh kental 3/4 gelas
  2. Air jeruk nipis 3 sendok makan
  3. Gula batu sebesar telur ayam

Cara pembuatan

Campur semua bahan, diaduk sampai larut.

Cara pemberian

  1. Orang dewasa minum 3 kali sehari 1 ramuan
  2. Anak-anak 3 kali sehari 1/2 cangkir

* Anak Balita jangan diberi ramuan ini.
no image

Ciri-ciri penyakit

  1. Panas tinggi
  2. Anak rewel, lemah
  3. Batuk-batuk
  4. Mata merah
  5. Bintik-bintik merah coklat di kulit

Bahan yang diperlukan

  1. Daun sambiroto 4 lembar
  2. Pule 1 ibu jari
  3. Air 1 gelas

Cara pembuatan

Daun sambiroto, pule dibersihkan, kemudian didihkan sampai menjadi 1/2 gelas

Cara pemakaian

Diminum 2 x sehari 1/2 gelas pagi dan sore, ulangi tiap hari sampai panasnya mereda.
no image

Ciri – ciri penyakit

  1. Panas menggigil
  2. keringat dingin
  3. Nyeri otot
  4. Pucat, lesu
  5. Sakit kepala

Bahan yang diperlukan

  1. Jeruk nipis 1 buah dibelah
  2. Daun pepaya 1/2 pelepah
  3. Kencur 1 jari dipukul/dimemarkan
  4. Air 3 gelas

Cara pembuatan

Semua bahan direbus, kalau perlu di tambah dengan gula merah secukupnya sampai airnya tinggal 1 1/2 gelas.

Cara pemakaian

Minimal diminum 3 x sehari 1/2 gelas. Diulang lagi setiap hari sampai 1 minggu.
no image

Bahan

  1. Jeruk nipis 1 buah
  2. Bawang merah 3 biji
  3. Minyak kelapa 1 sendok makan
  4. Garam (sedikit)

Cara pembuatannya

  1. Peras jeruk nipis, ambil airnya
  2. Parut bawang merah, terlebih dahulu dilapisi dengan daun pisang
  3. Campurkan jeruk nipis dan bawang merah tersebut tambahkan garam dengan minyak.

Cara pemakaian

Dikompreskan pada ubun-ubun
no image
Persyaratan buyer di Uni Eropa untuk produk obat herbal dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu

  1. Persyaratan wajib, yaitu persyaratan yang harus dipenuhi oleh eksportir untuk memasuk pasar Uni Eropa, di antaranya adalah persyaratan legal;
  2. Persyaratan umum, yaitu persyaratan yang sudah diimplementasikan oleh kompetitor, dalam hal ini persyaratan umum sebagai syarat untuk bisa berkompetisi dengan eksportir lain;
  3. persyaratan khusus untuk memenuhi syarat dari produk dan segmen tertentu. 
Berbagai jenis tumbuhan mempunyai kandungan yang bermanfaat, dapat digunakan baik untuk
produk medis maupun produk makanan di negara asal tumbuhan tersebut. Ketika memasarkan produk jenis ini, eksportir harus menentukan apakah produk tersebut digunakan untuk makanan atau
farmasi. Sesuai dengan karakteristik produk, sektor makanan dan farmasi mensyaratkan ketentuan
yang berbeda. Sektor farmasi menerapkan persyaratan yang lebih ketat dibandingkan dengan
persyaratan untuk produk herbal yang digunakan sebagai bahan makanan.

Produk Farmasi

Produk herbal dapat dikategorikan sebagai obatobatan jika disebutkan bahwa produk tersebut
dapat mencegah atau mengobati penyakit. Otorisasi pasar Semua produk farmasi yang akan dipasarkan di Uni Eropa harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari otoritas yang berwenang menangani produk farmasi. Ini dilakukan untuk menjamin bahwa produk farmasi tersebut aman dan efektif untuk digunakan. Produk obat herbal mendapat persetujuan yang lebih mudah jika dibandingkan dengan produk obat kimia.

Good Manufacturing Practices (GMP)

Untuk memastikan bahwa produk farmasi sesuai dengan kualitas dan standar keamanan, importir Uni Eropa pada umumnya mensyaratkan bahwa industri pembuat obat herbal menerapkan Good Manufacturing Practice (GMP). Penerapan metode ini akan mempermudah pihak eksportir untuk memenuhi permintaan informasi dari buyer yang dibutuhkan. Selain itu, buyer Uni Eropa juga
mensyaratkan Good Agricultural and Collection Practices (GACP) untuk tanaman obat. Persyaratan
ini sebenarnya tidak terdapat di EU (European Union) legislation, tapi WHO mengatur tentang
persyaratan ini.

Produk Makanan yang Digunakan Khusus untuk Medis

Produk makanan ini dikhususkan bagi pasien dalam rangka pengobatan penyakit atau masa Penyembuhan. Uni Eropa telah menerbitkan peraturan khusus mengenai produk makanan yang dikhususkan untuk keperluan medis ini melalui Directive 1999/21/EC.

Makanan Suplemen

Makanan suplemen merupakan sumber nutrisi tambahan yang diproduksi dalam bentuk pil, tablet, kapsul atau cairan. Makanan suplemen tidak bisa dinyatakan sebagai obat yang dapat mencegah atau menyembuhkan suatu penyakit. EU legislation telah mengatur hanya beberapa jenis vitamin dan mineral yang diiznkan sebagai makanan suplemen. Produk makanan untuk medis maupun makanan suplemen harus memenuhi standar keamanan pangan dengan krtieria yang telah ditetapkan untuk memasuki pasar Uni Eropa. Beberapa contoh yang perlu diperhatikan, di antaranya kandungan pestisida, kontaminasi mikrobiologi, pengendalian kesehatan dan traceability.

Klasifikasi, Labeling dan Pengemasan 

Bahan-bahan alami mengandung berbagai zat kimia, sehingga harus mendapat perlakuan sesuai dengan jenis zat yang dikandungnya. Apabila diklasifikasikan sebagai bahan berbahaya, maka pengemasan yang khusus harus digunakan dan menyertakan simbol atau tanda bahwa produk tersebut tidak boleh dicampur dengan produk lain. Uni Eropa mengadopsi peraturan dari WHO tentang Globally Harmonised System (GHS) yang mengklasifikasikan produk kimia berdasarkan zat berbahaya yang dikandung dan label yang perlu ditampilkan dalam produk tersebut.

Tanaman Langka - Convention on International Trade in Endangered Species (CITES)

Jika pemasok mengekspor produk dengan bahan tanaman langka, maka berdasarkan pada konvensi CITES, eksportir harus memenuhi prosedur yang spesifi k untuk membuktikan bahwa pemanfaatan tanaman langka tidak membahayakan kelangsungan hidup spesies langka tersebut.

Persyaratan Umum buyer

  • · Sumber bahan baku yang berkelanjutan 
Saat ini buyer Uni Eropa untuk produk farmasi memberi perhatian lebih terhadap keberlangsungan pasokan bahan baku dan di masa mendatang persyaratan keberlangsungan bahan baku menjadi syarat wajib bagi para pemasok produk farmasi ke Uni Eropa. Ketika berbicara tentang keberlangsungan pasokan, bukan hanya mengenai lingkungan dan isu sosial tetapi juga mengenai jaminan bahwa dimasa mendatang bahan yang digunakan sebagai bahan baku produk farmasi akan terus tersedia. Buyer Uni Eropa melakukan investasi dan kemitraan kepada pemasok untuk memastikan bahwa pasokan di masa mendatang akan terjamin. Isu lain yang menjadi perhatian buyer Uni Eropa, antara lain, perlindungan terhadap keanekaragaman hayati, menghidandari adanya biopiracy dan mengimplementasikan good wildcollection principles.

  • · Traceability

Traceability dan transparansi dalam rantai suplai menjadi hal penting dalam kerjasama perdagangan dengan buyer Uni Eropa. Importir Uni Eropa ingin memastikan bahwa produk yang diimpor sesuai dengan harapan dan dokumen yang disertakan. Interaksi elektronik antara buyer dan vendor pada saat  ni sudah biasa dilakukan, dan hal ini membutuhkan transparansi dari kedua belah pihak.

Persyaratan khusus untuk segmen Buyer Tertentu

Saat ini di pasar Uni Eropa terdapat sebagian kecil buyer dengan permintaan spesifi k, yaitu di sektor makanan suplemen dengan bahan baku yang telah disertifi kasi khususnya di Inggris.

  • FairWild

Adalah label konsumen yang menjamin praktik sosial yang adil untuk bahan-bahan yang  dikumpulkan dari alam. Selain itu, konsumen menginginkan cerita atau sejarah dari produk yang dibuat. Hal ini menjadi peluang bagi produsen yang mempertahankan keunikan dan cerita dalam pemasaran produknya.

  • Organic

Konsumen produk herbal di Uni Eropa saat ini juga menaruh perhatian terhadap produk organik, yaitu produk herbal yang diproduksi dan di proses dengan cara alami.
no image
Indonesia merupakan negara tropis yang dikarunia dengan kekayaan tanaman yang luar biasa melimpah. Salahsatu potensi pemanfaatan tanaman tropis adalah untuk digunakan sebagai obat tradisional yang telah di gunakan secara turun temurun oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Salah satunya adalah Jamu yang merupakan obat tradisional Indonesia yang sudah menjadi budaya masyarakat indonesia pada umumnya untuk menjaga kesehatan, kebugaran tubuh, kecantikan wajah, perawatan tubuh dan bahkan sebagai obat.
Tidak Heran jika industri jamu merupakan salah satu sektor industri yang memiliki peluang dan potensi yang besar di Indonesia. Hal ini juga didukung oleh kekayaan hayati di Indonesia dengan keragaman hayatinya. Indonesia dikenal sebagai mega center keanekaragaman hayati dengan keragaman terbesar nomor 2 setelah Brasil, terdiri dari tumbuhan tropis dan biota laut. Keaneka ragaman yang ada di Indonesia terdapat 30.000 jenis tumbuhan yang berbeda. Dan dari sekian banyak tumbuhan tersebut, 7000 diantaranya dapat digunakan sebagai obat. dan 2500 jenis tumbuhan tersebut merupakan tanaman obat.
Dengan melihat potensi yang luar biasa tersebut, menjadikan industri jamu sebagai salah satu sektor yang patut untuk dikembangkan. Industri jamu merupakan salah satu dari 10 besar produk prospektif yang perlu dikembangkan untuk dapat menjangkau pasar domestik maupun pasar global.
Industri jamu juga didukung oleh permintaan pasar yang meningkat cukup signifikan. Masyarakat pada umumnya mengikuti trend backto nature yang menyebabkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk-produk alami. Bukan hanya bahan makanan saja yang alami, namun dalam dunia industri farmasi juga terjadi tren penggunaan obat herbal yang meningkat karena dikenal memiliki efeksamping yang minimal.
Sedangkan tantangan yang harus dihadapi oleh dunia industri obat herbal dan jamu adalah tentang daya saing di pasar global. Meskipun produk obat tradisional dan alami telah terbukti di gunakan sejak jaman dahulu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing. Salah satu kendala lain yang terbesar adalah tentang uji laboratorium untuk dapat memenuhi kualifikasi pengobatan berstandar internasional.